Asshole, Ask for permission.
<body>
gandyss mind's
roborainbow still with me,never leave me.

Jumat, 18 Desember 2009

Rapat Direksi baru saja
berakhir. Bob mulai
bangkit berdiri dan
menyenggol meja
sehingga kopi tertumpah
keatas catatan-
catatannya.

"Waduhhh,memalukan
sekali aku ini, diusia tua
kok tambah ngaco.."

Semua orang ramai
tergelak tertawa, lalu
sebentar kemudian, kami
semua mulai
menceritakan Saat-saat
yang paling menyakitkan
dimasa lalu dulu.

Gilirannya kini sampai
pada Frank yang duduk
terdiam mendengarkan
kisah lain-lainnya.

"Ayolah Frank, sekarang
giliranmu. Cerita dong,
apa saat yang paling tak
enak bagimu dulu."
Frank tertawa, mulailah
ia berkisah masa
kecilnya.

"Aku besar di San Pedro.
Ayahku seorang nelayan,
dan ia cinta amat pada
lautan. Ia punya
kapalnya sendiri, meski
berat sekali mencari
mata pencaharian di
laut. Ia kerja keras sekali
dan akan tetap tinggal di
laut sampai ia
menangkap cukup ikan
untuk memberi makan
keluarga. Bukan cuma
cukup buat keluarga
kami sendiri, tapi juga
untuk ayah dan ibunya
dan saudara-saudara
lainnya yang masih di
rumah."

Ia menatap kami dan
berkata, "Ahhh,
seandainya kalian
sempat bertemu ayahku.
Ia sosoknya besar,
orangnya kuat dari
menarik jala dan
memerangi lautan demi
mencari ikan. Asal kau
dekat saja padanya,
wuih, bau dia sudah mirip
kayak lautan. Ia gemar
memakai mantel cuaca-
buruk tuanya yang
terbuat dari kanvas dan
pakaian kerja dengan
kain penutup dadanya.
Topi penahan hujannya
sering ia tarik turun
menutupi alisnya. Tak
perduli berapapun ibuku
mencucinya, tetap akan
tercium bau lautan dan
amisnya ikan."

Suara Frank mulai
merendah sedikit.

"Kalau cuaca buruk, ia
akan antar aku ke
sekolah. Ia punya mobil
truk tua yang dipakainya
dalam usaha perikanan
ini. Truk itu bahkan lebih
tua umurnya daripada
ayahku. Bunyinya
meraung dan
berdentangan sepanjang
perjalanan. Sejak
beberapa blok jauhnya
kau sudah bisa
mendengarnya. Saat
ayah bawa truk menuju
sekolah, aku merasa
menciut ke dalam
tempat duduk, berharap
semoga bisa menghilang.
Hampir separuh
perjalanan, ayah sering
mengerem mendadak
dan lalu truk tua ini akan
menyemburkan suatu
kepulan awan asap. Ia
akan selalu berhenti di
depan sekali, dan
kelihatannya setiap
orang akan berdiri
mengelilingi dan
menonton. Lalu ayah
akan menyandarkan diri
ke depan, dan
memberiku sebuah
ciuman besar pada pipiku
dan memujiku sebagai
anak yang baik. Aku
merasa agak malu,
begitu risih. Maklumlah,
aku sebagai anak umur
dua-belas, dan ayahku
menyandarkan diri
kedepan dan menciumi
aku selamat tinggal!"

Ia berhenti sejenak lalu
meneruskan, "Aku ingat
hari ketika kuputuskan
aku sebenarnya terlalu
tua untuk suatu kecupan
selamat tinggal. Waktu
kami sampai kesekolah
dan berhenti, seperti
biasanya ayah sudah
tersenyum lebar. Ia mulai
memiringkan badannya
kearahku, tetapi aku
mengangkat tangan dan
berkata, 'Jangan, ayah.'
Itu pertama kali aku
berkata begitu padanya,
dan wajah ayah
tampaknya begitu
terheran.

Aku bilang, 'Ayah, aku
sudah terlalu tua untuk
ciuman selamat tinggal.

Sebetulnya sudah terlalu
tua bagi segala macam
kecupan.'

Ayahku memandangiku
untuk saat yang lama
sekali, dan matanya
mulai basah.

Belum pernah kulihat dia
menangis sebelumnya. Ia
memutar kepalanya,
pandangannya
menerawang menembus
kaca depan. 'Kau benar,'
katanya.

'Kau sudah jadi pemuda
besar......seorang pria.
Aku tak akan
menciumimu lagi.'"

Wajah Frank berubah
jadi aneh, dan air mata
mulai memenuhi kedua
matanya, ketika ia
melanjutkan kisahnya.
"Tidak lama setelah itu,
ayah pergi melaut dan
tidak pernah kembali
lagi. Itu terjadi pada
suatu hari, ketika
sebagian besar armada
kapal nelayan merapat
dipelabuhan, tapi kapal
ayah tidak.Ia punya
keluarga besar yang
harus diberi makan.

Kapalnya ditemukan
terapung dengan jala
yang separuh terangkat
dan separuhnya lagi
masih ada dilaut.Pastilah
ayah tertimpa badai dan
ia mencoba
menyelamatkan jala dan
semua pengapung-
pengapungnya."

Aku mengawasi Frank
dan melihat air mata
mengalir menuruni
pipinya.

Frank menyambung lagi,
"Kawan-kawan, kalian
tak bisa bayangkan apa
yang akan kukorbankan
sekedar untuk
mendapatkan lagi
sebuah ciuman pada
pipiku....untuk
merasakan wajah tuanya
yang kasar......untuk
mencium bau air laut dan
samudra
padanya.....untuk
merasakan tangan dan
lengannya merangkul
leherku. Ahh, sekiranya
saja aku jadi pria dewasa
saat itu. Kalau aku
seorang pria dewasa, aku
pastilah tidak akan
pernah memberi tahu
ayahku bahwa aku
terlalu tua 'tuk sebuah
ciuman selamat tinggal."

Semoga kita tidak
menjadi terlalu tua
untuk menunjukkan cinta
kasih kita...



Nb: aku langsung keinget bapak sama kakung waktu baca ini. Aku sayang banget sama mereka :'( semoga Allah selalu menjaga mereka. Amin.

Label: , ,



Withtruckloadsoflove :D

roborainbow attack.
I am very autism.
I am unstable.
I have serious case of addiction for purple and robot.
I love web design
I love music
I love to make a friend


Only me.




gandyss

YM will be given upon request.


catch me if you can.
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucketroborainbow


passion
▪ web design
▪ music
▪ movie
▪ purple
▪ robot
▪ christmas
▪ david archuleta and rupert grint xoxo
talk with me.
Runaways.
LINK (klik disini)

catatan-catatanku (klik disini)

blog appreciate (klik disini

Screw your ass, this blogskin is designed by;
♥XINYING. edited by: gandyss

- gandyss blog`
♥{ My twitter